Senin, 18 April 2011

Contoh EOQ

Sebuah pabrik pembuatan roti akan membeli tepung terigu sebanyak 1800 kg dengan biaya pemesanan setiap kali pesan sebesar Rp 500,00.sedangkan biaya peyimpanan per karung Rp5,00. Hitunglah berapaEOQnya, berapa pemesanan tiap periode dan Re Ordernya ?

Jawab :

R : Jumlah bahan dasar yang dibeli dalam satu periode ( dinyatakan dalam unit )

O : BIaya pesanan untuk setiap kali pesan (ordering cost)

C : Biaya penyimpanan perunit (carrying cost)

Usaha yang dilakukan adalah pembuatan roti

Jadi pembelian tepung terigu terjadi sebagai berikut :

v Jumlah yang akan dibeli : 1800 kg

v Biaya pemesanan : Rp 500,00 setiap kali pesan

v Biaya penyimpanan per unit : Rp 5,00

Rumus :

v EOQ = 2 . R . O

C


v Jadi besarnya EOQ = 2 × 1800 × 500

5

= 360.000

= 600 kg

Jadi dalam 1 periode (tahun) harus dipesan :

v 1800 kg = 3 ×

600 kg

Berarti setiap 4 bulan satu kali harus mengadakan pembelian.

Setelah itu kita harus menghitung Re-order point-nya. Yaitu ketepetan waktu yang harus diperhitungkan dengan cermat sebab apabila pemesanan kembali agak mundur dari waktu tersebut akan menambah pembelian bahan dasar atau disebut Stock Out Cost (SOC), dan apabila terlalu awal diperhitungkan biaya Extra Carry ing Cost (ECC).

Penetapan lead time dengan biaya minimum

v Dari 40 data historis tentang lead time menunjukkan :

v Lead time Frekuensi

4 Hari 4 Kali

5 Hari 10 Kali

6 Hari 6 Kali

20 Kali

v Lead time Frekuensi Probabilitas

4 Hari 4 Kali 20%

5 Hari 10 Kali 50%

6 Hari 6 Kali 30%

20 Kali

v Jumlah yang akan dibeli = 1800 Laptop

v Biaya pemesanan : Rp 500,00 setiap kali pesan

v Biaya penyimpanan per unit : Rp 5,00/tahun

v Stock out cost (biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan dasar pengganti apabila persediaan sudah habis dan pesanan belum datang : Rp 1,00/laptop.

v Perhitungannya adalah sebagai berikut :


EOQ = 2 × 1800 × 500

5


= 360.000

= 600 kg

Jadi dalam 1 periode (tahun) harus dipesan :

v 1800 kg = 3 ×

600 kg

Berarti setiap 4 bulan satu kali harus mengadakan pembelian.

Perhitungan extra carrying cost (biaya yang dikeluarkan akibat datangnya pesanan bahan baku terlalu awal).

Ø Biaya penyimpanan per hari setiap pesanan =

1800kg × Rp 5,00. = Rp 30,00/hari.

300 hari

Ø Bila lead time 4 hari.

Maka ECC yang dikeluarkan adalah 0.

Sebab :

Lead time 4 hari adalah yang paling cepat dari sejumlah data historis, sehingga tidak ada yang pesanannya datang lebih cepat lagi.

Ø Bila lead time 5 hari.

Maka akan ada kemungkinan probabilitas 20% akan datang dalam lead time 4 hari jadi akan lebih cepat 1 hari dan memerlukan biaya ECC.

Biaya yang dikeluarkan dalam 1 hari lebih cepat :

1(0,20) × Rp 30,00 = Rp 6,00-

Ø Bila lead time 6 hari.

Maka aka nada 2 kemungkinan :

· Kemungkinan dengan probabilitas 50% akan datang dalam 5 hari sehingga 1 hari lebih cepat,

ECC = 1(0,50) × Rp 30,00 = Rp 15,00.

Kemungkinan dengan probabilitas 20% akan datang dalam 4 hari sehingga 2 hari lebih cepat,

ECC = 2(0,20) × Rp 30,00 = Rp 12,00-.

Jadi total ECC = Rp 15,00 + Rp 12,00 = Rp 27,00-.

Perhitungan Stock Out Cost (biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan dasar pengganti /substitusi akan datangnya pesanan lebih lambat datang.

Kebutuhan barang mentah per hari :

1800 kg : 6kg/hari.

300 hari

Ø Stock out cost = Rp 1,00/kg.

Ø Bila lead time 6 hari.

Maka SOC yang dikeluarkan = 0

Sebab :

Lead time 6 hari adalah yang paling panjang sehingga tdak mungkin pesanan bahan dasar akan dating lebih lama lagi. Sehingga tidak mengeluarkan biaya untuk pembelian bahan dasar substitusi.

Ø Bila lead time 5 hari

Maka akan ada kemungkinan dengan probabilitas 30% akan datang 6 hari sehingga terlambat 1 hari dan harus membeli bahan dasar substitusi.

SOC = 1 (0.30) × 6 × Rp 1,00 = Rp 1,8

Ø Bila lead time 4 hari

Maka akan ada 2 kemungkinan :

· Kemungkinan dengan probabilitas30% akan datang dalam 5 hari sehingga akan lebih lambat dalam 2 hari.

SOC = 2 (0.3) × 6 × Rp 1,00 = Rp 3,6.

· Kemungkinan dengan probabilitas 50% akan datang dalam 5 hari sehingga akan lebih lambat dalam 1 hari.

SOC = 1 (0.5) × 6 × Rp 1,00 = Rp 300

Jadi total SOC = Rp 3,6 + Rp 3,00 = Rp 6,6.

Dari dua perhitungan antara ECC dan SOC dapat kita gambarkan :

Lead time

ECC

SOC

Total biaya dalam satu tahun.

Setiap pesanan

Rp

Selama satu tahun ( 3 × pesanan)

Rp

Setiap pesanan

Rp

Selama satu tahun ( 3 × pesanan)

Rp

4 hari

5 hari

6 hari

0

6

27

-

18

81

6,6

1,8

0

19,8

5,4

-

19,8

5,4

81

Jadi lead time dengan biaya yang paling minimal adalah 4 hari dengan total biaya Rp 5,4. Dengan demikian dapat ditetapkan, 4 hari sebelum bahan dasar habis harus memesan kembali.